Semua orang tahu bisnis butuh website. Tapi bagi Anda yang nggak ngerti IT (Gaptek), mencari jasa pembuatan website itu rasanya kayak masuk hutan rimba. Takut mahal, takut hasilnya jelek, atau lebih parah: takut ditipu karena nggak ngerti istilah teknis.
Perasaan ini wajar. Anda mau keluar uang, tapi rasanya kayak “beli kucing dalam karung”.
Tapi tenang, Anda nggak perlu jadi ahli coding buat dapat website bagus. Asal Anda tahu celahnya, Anda aman. Berikut 5 ketakutan terbesar klien dan cara mematahkannya!
1. Takut Kemahalan & Nggak Balik Modal (Boncos)
Dunia web itu aneh. Ada yang jual 500 ribu, ada yang 50 juta. Klien sering takut “ditembak” harga tinggi buat fitur yang sebenernya nggak penting-penting amat. Takutnya sudah bayar mahal, eh nggak ngefek ke penjualan.
-
Solusinya: Buka Kartu di Awal. Jangan main tebak-tebakan. Bilang: “Budget saya X, tolong kasih solusi terbaik”. Minta rincian harga (jangan mau harga gelondongan). Tanyakan dengan sadis: “Fitur mahal ini fungsinya apa buat bikin saya cuan?” Kalau dia nggak bisa jelasin, coret fitur itu.
2. Minder Dengar Istilah Teknis (Takut ‘Dikadalin’)
Bandwidth? SSL? Backend? Hosting VPS? Kalau developer mulai ngomong bahasa alien, Anda jadi minder dan takut dimanipulasi ketidaktahuan Anda.
-
Solusinya: Cari yang Bisa “Bahasa Manusia”. Developer jago itu yang bisa jelasin teknis rumit pakai bahasa pasar. Kalau Anda tanya “Itu artinya apa?” dan dia malah kelihatan kesal atau merendahkan, itu RED FLAG. Tinggalkan. Cari partner yang sabar mengedukasi, bukan yang bikin pusing.
3. Ekspektasi vs Realita (Takut Hasilnya Jelek)
Bayangan di otak: Website elegan, canggih, modern.
Kenyataan: Kaku, norak, kayak website tahun 90-an.
Ini ketakutan paling valid karena selera itu subjektif.
-
Solusinya: Jangan Beli Janji, Beli Bukti. Cek portofolio mereka (buka di HP, wajib!). Jangan cuma bilang “mau yang bagus”. Kasih 2-3 contoh website orang lain yang Anda suka sebagai referensi (contek visualnya). Wajibkan ada tahap persetujuan Desain (Mockup) SEBELUM mereka mulai coding. Revisi di kertas itu gratis, revisi coding itu mahal.
4. Takut Di-Ghosting Pas Web Rusak
Developer kabur setelah pembayaran lunas itu cerita klasik. Bayangkan bulan depan website Anda error atau kena hack, tapi developernya sudah blokir nomor Anda. Horor!
-
Solusinya: Bahas “Purnajual” di Depan. Tanyakan garansi: “Kalau bulan depan error, siapa yang benerin? Bayar lagi nggak?”. Cari agency atau freelancer yang menawarkan paket maintenance bulanan. Pastikan juga Anda dapat training singkat biar bisa ganti foto/teks sendiri tanpa harus panggil tukang terus.
5. Aset Disandera Developer (Kehilangan Kontrol)
Ini paling bahaya. Nama domain (alamat www) dan hosting dibeli atas nama developer. Kalau besok Anda pecah kongsi, website Anda hilang karena “sertifikatnya” dipegang mereka.
-
Solusinya: Wajib Beli Pakai Nama Sendiri. Idealnya, Anda beli Domain & Hosting pakai email dan kartu kredit Anda sendiri. Kasih akses ke developer cuma buat kerja (akses developer). Pastikan di kontrak tertulis jelas: “Semua aset digital adalah 100% milik klien”. Jangan mau disandera!
Kesimpulan
Menggunakan jasa profesional itu butuh kepercayaan, tapi bukan kepercayaan buta.
Jangan posisikan diri sebagai “korban” yang nggak tahu apa-apa. Dengan 5 jurus di atas, Anda memegang kendali. Jadilah klien cerdas yang tahu apa yang dibayar, dan developer pun akan segan serta memberikan hasil terbaik buat bisnis Anda.