Jadi guide di Bali itu keras. Saingan ribuan. Kalau di tahun 2025 Anda masih cuma modal kartu nama kertas, nunggu bola dari resepsionis hotel, atau sekadar posting foto di Instagram, siap-siap dilibas agen besar atau pendatang baru yang lebih melek teknologi.
Bule zaman now nggak cari guide di bale banjar. Mereka cari di internet. Kalau nama Anda nggak muncul di layar HP mereka, Anda dianggap nggak ada.
Website itu bukan gaya-gayaan, itu “nyawa” kedua bisnis Anda. Masih ragu? Simak 7 alasan kenapa nggak punya website bikin rejeki Anda dipatok kompetitor!
1. Tamu Cari Liburan Pas Anda Lagi Tidur (24 Jam Nonstop)
Ingat, target pasar Anda itu Bule (Eropa, Amerika, Australia). Saat Anda tidur nyenyak di Denpasar, mereka baru bangun dan cari “Bali Driver” di New York.
-
Realitanya: Website adalah marketing yang nggak pernah tidur, nggak minta uang makan, dan nggak pernah capek. Tanpa website, Anda kehilangan orderan setiap kali Anda merem.
2. Bule Itu Skeptis, Jangan Kelihatan “Abal-abal”
Tamu asing sering takut kena scam. Kalau modal Anda cuma akun Facebook gratisan atau nomor WA doang, kepercayaan mereka rendah.
-
Realitanya: Punya website dengan domain sendiri (misal: https://www.google.com/search?q=balidrivermade.com) bikin Anda terlihat sebagai bisnis serius dan bonafide. Kredibilitas naik, tamu lebih berani transfer deposit.
3. Capek Jawab “How Much?” Seharian di DM?
Medsos itu buat pamer visual, bukan buat jelasin detail. Akibatnya? DM Anda penuh orang tanya harga doang tapi nggak beli. Habis waktu buat chatting.
-
Realitanya: Di website, pajang itinerary lengkap, harga jelas, apa yang didapat (tiket, makan, bensin). Tamu baca, paham, dan kontak Anda saat sudah siap booking. Filter tamu yang cuma “cek ombak”.
4. Google Itu Kolam Duit Terbesar (Gratis!)
Tamu mau ke Ubud, mereka ketik apa? “Best Ubud Tour Guide” di Google. Kalau Anda nggak punya web, yang muncul siapa? TripAdvisor, Viator, atau kompetitor Anda yang punya web.
-
Realitanya: Kalau nggak punya web (SEO), Anda itu “gaib”. Anda menyerahkan tamu potensial itu secara cuma-cuma ke kompetitor. Padahal kalau web Anda di halaman 1 Google, itu banjir orderan gratis tanpa iklan.
5. Jangan Mau “Diperas” Komisi & Algoritma
Tergantung sama Instagram? Algoritma berubah, postingan sepi. Tergantung sama Platform (OTA) kayak GetYourGuide/Klook? Komisi dipotong 20-30%. Sakit.
-
Realitanya: Website itu rumah sendiri (SHM Digital). Nggak ada potongan komisi, profit 100% masuk kantong Anda. Anda bosnya, Anda yang atur aturannya.
6. Pamer Testimoni “Mahal” Tanpa Filter
Di platform lain, ulasan bagus bisa tenggelam atau ada ulasan jahat dari kompetitor iseng.
-
Realitanya: Di website sendiri, Anda kurasi testimoni terbaik. Pajang foto tamu yang lagi ketawa lebar sambil pegang kertas testimoni. Ini senjata ampuh buat meyakinkan tamu baru.
7. Booking Sat-Set, Langsung Cuan
Masih catat orderan di buku tulis? Ribet. Salah tanggal, tamu marah.
-
Realitanya: Website bisa dipasang formulir booking. Tamu pilih tanggal, pilih paket, isi data, bahkan bayar DP. Semua otomatis. Anda tinggal jemput dan fokus servis tamu.
Kesimpulan: Jangan Pelit Investasi!
Berhenti anggap biaya bikin website itu “buang duit”. Itu Investasi. Biaya bikin web sekali, tapi bisa mendatangkan tamu dolar bertahun-tahun.
Sebagai guide lokal, aset utama Anda adalah service, tapi jembatan menuju tamunya adalah teknologi. Jangan mau kalah canggih. Bikin website sekarang, dan ambil kendali penuh atas bisnis pariwisata Anda!